Syabab.Com - Setidaknya sembilan orang syahid dalam sebuah serangan udara pada sebuah komplek di Afghanistan barat daya, kata seorang pemimpin setempat, seperti dikutip PressTV. Ghulam Muhammad Khan mengatakan pada hari Kamis, 01/10/09, seorang petani, istrinya dan empat anak-anak di antara mereka tewas dalam serangan udara Rabu malam di Provinsi Helmand.
Tiga tamu di komplek tersebut juga tewas, ia menambahkan.
Para pejabat Amerika mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan mengenai kematian warga sipil dalam serangan udaranya.
Di bagian timur provinsi Logar, juru bicara gubernur di daerah tersebut mengatakan sebuah operasi brutal Amerika Serikat semalam membunuh seorang penjaga toko yang tidak bersalah.
Para penduduk desa juga marah, pasukan Amerika telah keliru menahan tiga warga sipil.
Sejak penjajahan Amerika di Afghanistan pada tahun 2001, telah menelan banyak korban jiwa warga sipil rakyat Afghanistan.
Meningkatnya jumlah warga sipil yang tewas akibat serangan udara brutal dari teroris Amerika tersebut telah menimbulkan kemarahan di Afghanistan.
Lebih dari 1.500 warga sipil tewas dalam enam bulan pertama tahun 2009, yang memperlihatkan peningkatan 24 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, menurut laporan terbaru PBB.
Hampir seperempat dari kematian warga sipil tersebut akibat serangan udara pimpinan Amerika di seluruh negara yang dilanda perang selama beberapa bulan.
Demikianlah, Amerika tiada henti terus menerus membunuh warga Muslim Afghanistan hingga hari ini. Entah kepada siapa tangisan rakyat Afghanistan meminta pembebasan. Sementara, para penguasa Muslim duduk bersama dan malah berjabat tangan dengan penguasa Amerika.
Benar, kaum Muslim hanya membutuhkan satu kesatuan politik yang akan mengurusi mereka dengan Islam. Negara Khilafah Rasyidah yang akan membebaskan negeri Afghanistan dari cengkraman penjajah Amerika. Insya Allah, kedatangannya hanya soal waktu saja. [f/m/prstv/syabab.com]
0 komentar:
Post a Comment